tersandung karena kerikil

Tersandung Karena Kerikil (Batu Kecil) – Dari Pengelola STAIMI

Dari Pengelola STAIMI – Tersandung Karena Kerikil (Batu Kecil)

Assalamu ‘alaikum wr. wb. Orang itu tersandung karena kerikil (batu kecil), tidak ada orang yang tersandung gunung atau bukit. Demikian salah satu kalimat hikmah yang saya terima dari pinisepuh yang saya kenal sebagai bapak Aminudin. Saya bersyukur, alhamdulillah, walaupun hanya bertemu selintas. Beliau sempat menyampaikan kalimat petuah tersebut dalam pertemuan singkat di Unissula, Semarang.

Manusia Tertipu Barang Sepele

Banyak diantara kita yang tertipu dengan perkara kecil atau sepele. Padahal dari perkara sepele tersebut, ketika kita meremehkannya bisa menjadi perkara besar. Tentu kalau perkara kecil itu hanyalah urusan dunia maka konsekuensi terjeleknya adalah gagal mencapai tujuan. Tetapi jika perkara kecil itu terkait urusan agama, maka bisa membawa konsekuensi besar yang dampaknya dunia akherat.

Tidak ada yang tersandung gunung

Ada diantara kita yang tersandung perkara besar dan gagal dalam urusan dunia. Ada juga diantara kita yang diberi cobaan tersandung pelanggaran berat atau dosa besar dalam urusan agama. Namun demikian, jika dicermati lebih detil ternyata kita tidak mendadak tersandung perkara besar. Ibaratnya, mendadak kita seperti tersandung gunung dan jatuh tersungkur. Jika dirunut, kita tersungkur akibat seringnya meremehkan hal-hal yang terlihat sepele.

Contoh tersandung kerikil dan bukan gunung

  • Ada mahasiswa yang gagal studinya sehingga harus drop out (DO). Jika ditelisik lebih lanjut ternyata kegagalannya diawali dengan meremehkan kuliah yang diterima di kampus. Mungkin karena di awalnya merasa sudah bisa atau sudah tahu. Selanjutnya diikuti dengan perasaan malas untuk pergi kuliah. Merasa ogah-ogahan dalam mereview materi perkuliahan. Akhirnya terpaksa berakhir dengan kegagalan dalam menempuh ujian. Jika hal itu berkembang terus, maka tersungkurlah sang mahasiswa dihadapkan kegagalan dalam kuliahnya. Masih bersyukur jika sang mahasiswa sadar dan melakukan koreksi untuk selanjutnya mengambil posisi baru yang dapat membantunya meraih suskses dunia meski tanpa bisa menyelesaikan kuliahnya.
  • Contoh lain, ada seorang muslim yang mendapat cobaan melakukan pelanggaran syar’i berat, katakanlah melalukan pelanggaran had (zina). Jika ditelisik lebih detil ternyata sang muslim tersungkur di hadapan dosa besar karena diawali dengan pelanggaran kecil. Pelanggaran kecil dimulai dengan berkomunikasi secara sembunyi-sembunyi. Selanjutnya meningkat menjadi berpacaran. Lebih lanjut lagi meningkat menjadi menyepi berduaan dengan sang pacar. Dan seterusnya hingga terjadilah pelanggaran besar yang seharusnya dijauhi. Maka tersandunglah sang muslim dengan dosa besar yang berdampak selama masih di dunia dan membawa konsekuensi besar di akherat nantinya. Kalaupun sang muslim sadar akan perbuatan dosanya dan ingin bertaubat atas pelanggaran yang dilakukan, tidaklah mudah untuk bisa menunaikan taubatnya.

Hati-hati dengan kerikil, Hindarkan tersungkur di hadapan gunung

Mari kita biasakan berhati-hati terhadap perkara kecil agar terhindar dari masalah besar. Mari kita biasakan berhati-hati terhadap dosa kecil agar terhindar dari dosa besar. Karena sikap meremehkan perkara kecil atau dosa kecil dapat mengarahkan pada munculnya perkara yang besar atau dosa besar. Orang tidak tersandung gunung tetapi tersandung pada batu kecil (kerikil). Orang tidak akan langsung tersungkur di hadapan masalah yang besar, tetapi biasanya terjadi atau dimulai dari kebiasaan meremehkan hal-hal yang kecil. Demikian juga orang tidak akan langsung terjerembab di hadapan dosa besar, tetapi biasanya terjadi atau dimulai dari kebiasaan meremehkan dosa-dosa yang kecil. Wallohu a’lam.

Hari ini saya mendapat hikmah dari nasehat bapak Aminudin, pinisepuh yang saya jumpai tidak lebih dari setengah jam, yang menyampaikan nasehat “Orang tersandung karena kerikil (Batu Kecil). Tidak ada orang kesandung gunung.” Semoga Alloh SWT menjadikan diri kita semua terjaga dari sikap mudah meremehkan perkara ataupun dosa kecil sehingga hidup kita menjadi terjaga. Aamiiin.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb. Jazaa kumullohu khoiron.

(Semarang, 5 April 2018, di sela-sela mengikuti ujian promosi doktor di Universitas Islam Sultan Agung [Unissula], Semarang)

About the author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.