Barang Harom

Mahasiswa STAIMI Hadiri FGD Kebangsaan Di Patal Senayan

FGD Kebangsaan

Focus Group Discussion (FGD) Kebangsaan telah dilakukan pada tanggal 21 Maret 2018. Focus Group Discussion dilaksanakan di Kantor DPP LDII, Patal Senayan, Jakarta. Tema FGD Kebangsaan yang dilakukan adalah “Peran Strategis Bahasa Indonesia dan Genetika dalam Menjaga Keutuhan NKRI.” Tiga orang mahasiswa dan dua pengelola Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurroosyidiin (STAIMI) telah diundang berpartisipasi dalam FGD Kebangsaan. Kehadiran mahasiswa STAIMI dalam acara FGD Kebangsaan adalah dalam rangka memberikan kesempatan untuk penguatan nilai-nilai kebangsaan di kalangan mahasiswa STAIMI. Berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan internal maupun eksternal sangat dianjurkan bagi mahasiswa oleh pengelola STAIMI.

Foto Bersama Pengelola STAIMI dengan Narasumber Focus Group Discussion Kebangsaan – 21 Maret 2018

Topik FGD Kebangsaan

Tema FGD Kebangsaan yang dilakukan adalah “Peran Strategis Bahasa Indonesia dan Genetika dalam Menjaga Keutuhan NKRI.” Topik yang didiskusikan dan narasumber yang hadir dalam FGD Kebangsaan kali ini adalah:

  1. Prof. Mahsun – dari Universitas Mataram, Lombok, NTB. Prof. Mahsun mendiskusikan Peranan Bahasa Indonesia dalam Menjaga Keutuhan NKRI.
  2. Prof. Mulyanto – dari Universitas Mataram, Lombok, NTB. Prof. Mulyanto mendiskusikan Keanekaragaman Genom Virus Hepatitis B Di Indonesia: Pola Persebarannya Mencerminkan Semboyan Bhineka Tunggal Ika.
  3. Dr. Maryanto – Kepala Bidang Pengendalian dan Penghargaan, Pusat Pembinaan, Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia. Dr. Maryanto mendiskusikan Faktor Geopolitik dan Keutuhan NKRI – Tantangan Menjaga Lanskap Bahasa Di Ruang Publik.
  4. Ir. Prasetyo Sunaryo, MT. – dari DPP LDII. Ir. Prasetyo Sunaryo, MT mendiskusikan Konsep dan Pemikiran LDII tentang Pentingnya Bahasa Indonesia dalam Menjaga Keutuhan NKRI

Foto Bersama Narasumber Focus Group Discussion Kebangsaan – 21 Maret 2018

Pesan dari Focus Group Discussion

Bahwa manusia Nusantara dari Sabang sampai Merauke itu, mempunyai nenek moyang yang berasal dari satu asal, yang bermigrasi dan menyebar ke berbagai benua hingga Indonesia. Maka sudah selayaknya jika seluruh penduduk yang menempati wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menggunakan kesamaan latarbelakang sejarah tersebut untuk memperkuat persatuan dan kesatuan NKRI ke depan. Keberagaman fisik yang kita lihat saat ini harus dilihat sebagai kebhinekaan (Bhineka) dan dijadikan sebagai modal dasar untuk membentuk kesatuan bangsa yang kuat (Tunggal Ika). Hal ini sesuai dengan semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia – Bhineka Tunggal Ika.

Berikut adalah beberapa catatan penting yang perlu dibawa oleh kita masing-masing. Catatan ini perlu dijadikan sebagai renungan dan sebagai tekad untuk terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan bagi NKRI.

Partisipan dari STAIMI

Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurroosyidiin (STAIMI) telah diundang untuk berpartisipasi dalam FGD Kebangsaan. Tiga orang mahasiswa dan dua orang pengelola STAIMI telah hadir dan mewakili STAIMI. Berikut adalan nama dari tiga orang mahasiswa STAIMI yang hadir dalam FGD Kebangsaan.

Foto Bersama Mahasiswa STAIMI dalam Focus Group Discussion Kebangsaan – 21 Maret 2018

  1. Heru Khanif Indrawan – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah (EKOS), kelas reguler,
  2. Novia Andriani – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah (EKOS), kelas karyawan,
  3. Muhammad kholil asidiki – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah (EKOS), kelas karyawan.

Dari unsur pengelola STAIMI yang hadir dalam FGD Kebangsaan adalah Ketua STAIMI (Prof. Sudarsono) dan Wakil Ketua III. Bidang Kemahasiswaan, STAIMI (Dr. Sarji Faisal).

Semoga partisipasi mahasiswa dan pengelola STAIMI dalam Focus Group Discussion Kebangsaan dapat menambah wawasan dan memberikan nilai tambah positif. Aamiiin.

About the author: admin