Barang Harom

Dari Pengelola STAIMI: Yang Bukan Haq-nya dan Barang Harom

“Mengambil yang bukan haqnya – bisa jadi menumbuhkan daging dari barang harom”

Assalamu ‘alaikum wr. wb. Awas barang harom – berbahaya di dunia apalagi di akheratnya. Hikmah untuk difahami dan diamalkan bersama, termasuk untuk diri saya sendiri.

Makan Barang Harom – Neraka!

Kita insyaAlloh pernah mendengar nasehat tentang daging yang tumbuh dari barang harom maka neraka yang lebih berhaq atasnya. Saya tidak ingat dalil lengkapnya (apa di AlQuran atau AlHadits), hanya potongan isi nasehatnya saja yang saya kutipkan. Saya yakin kita sudah pernah atau bahkan sering mendengarnya dari para penasihat agama. Tapi apakah kita sudah bisa mengambil hikmah dari isi nasehatnya? Itu pertanyaan yang belum tentu setiap orang bisa menjawab “ya.”

Contoh Makan Barang Harom

Kita ambil contoh saja:
1) Ketika kuliah, sebetulnya kita tidak datang atau jarang kuliah – tapi selalu menitip pada teman untuk mengisikan daftar hadir, sehingga kita seolah-olah hadir dalam kuliah terus menerus. Maka di situ tanpa disadari kita telah mengambil barang harom yang bukan haq kita.

2) Ketika kita kuliah dan menempuh ujian tengah semester atau ujian akhir semester, karena kurang persiapan atau kurang yakin akhirnya bekerjasama, saling contek atau ngerpek jawaban dari sumber yang tidak boleh digunakan sehingga nilai kita bagus. Maka tanpa disadari kita telah mengambil barang harom yang bukan haq kita.

3) Ketika kerja, sebetulnya kita tidak datang atau tidak masuk kerja – tapi selalu menitip pada teman untuk mengisikan daftar hadir, sehingga kita seolah-olah hadir dan bekerja pada hari yang sebetulnya kita tidak datang. Maka tanpa disadari kita telah mengambil barang harom yang bukan haq kita.

4) Ketika kita bekerja yang seharusnya sudah tiba di kantor pada jam tertentu, tetapi sengaja kita selalu datang terlambat – hanya saja kita bekerjasama dengan teman lain untuk saling mengisikan daftar waktu kehadiran tepat waktu diantara kita, sehingga seolah-olah kita semua selalu hadir pada waktu yang ditentukan setiap harinya. Maka tanpa disadari kita telah mengambil barang harom yg bukan haq kita.

5) Sudah biasa dalam suatu kantor, ada kalanya untuk suatu kegiatan pasti ada honornya atau transportnya. Hanya karena ingin dapat honornya, kadang kita memalsukan kegiatan yg sebetulnya kita tidak melakukannya atau melakukan tetapi hanya sekedarnya saja atau merekayasanya hanya untuk bisa mengklaim honor atau transportnya. Maka tanpa kita sadari kita telah mengambil barang harom yang bukan haq kita.

Hindarkan Keluarga dari Barang Harom

Dan banyak lagi hal-hal kecil yg dilakukan yang masuk kategori sebetulnya, tanpa kita sadari kita telah mengambil barang yg bukan haq kita. Dan disadari atau tanpa disadari, kita memberi makan keluarga kita dengan semua itu. MasyaAlloh, kalau benar barang itu bukan haq kita, bukankah secara sengaja atau tidak sengaja kita telah menjerumuskan keluarga ke dalam neraka?

Mari kita melakukan introspeksi diri dan mulai berhati-hati ke depannya. Kita evaluasi apakah tindakan yg kita lakukan masuk ke dalam katehori mengambil barang yg bukan haq kita?

Kalau jawabannya kita tidak melakukan hal itu maka bersyukurlah. Tapi kalau tidak yakin, atau jangan-jangan kita tanpa sengaja telah melakukannya, maka berhentilah dan jangan lanjutkan. Jangan sampai ada daging dalam tubuh kita dan anak istri kita ada yg tumbuh dari barang yg bukan menjadi haq kita.

Alloh SWT Maha Melihat

Meskipun kita berkilah, kan tidak ada yg tahu atau tidak ada yg melihat? Tapi hati kecil kita sendiri tidak bisa ditipu, karena hati kecil kita membisikkan Alloh SWT pasti tahu dan pasti mencatatnya. Wallohu a’lam.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb. Jazaa kumullohu khoiron.

(Pondok Gede, 12 Maret 2018).

About the author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.